Tanjung Pinang Tepi Laut!

    Siapa sangka Tanjung Pinang dulu pernah menjadi pusat kerajaan besar. Namun sisa-sisa kejayaan itu tak lagi nampak kasat mata. Kini Tanjung Pinang hanya diingat sebagai ibu kota propinsi muda yaitu Propinsi kepulauan Riau.   Mencari tahu sisa-sisa peninggalan kerajaan melayu, teringatlah saya dengan situs yang masih sedikit menjawab pertanyaan tersebut. Di Pulau Penyengat masih ada makam keluarga kerajaan Sultan Riau. Penyengat dapat dijangkau dengan Perahu kecil (pompong). Hanya 15 menit menyeberang ke selatan tanjung pinang, kita akan sampai ke pulau kecil yang memiliki luas kurang lebih 2km persegi…

Tamasya Kuli Sinyal Bagian 3 : Naik Boing atau Naik Avanza Trans Sumatra…Sama Jet lag-nya.

Tak habis-habis cerita tentang Sumatra Barat. Kali ini, kali dua, kali tiga, atau mungkin sudah selusin kali saya mengunjungi propinsi satu ini. Saya menyusuri Sumatra Barat dengan para “pembalap-pembalap” trans Sumatra, atau mencoba pesawat jet berbadan kurus pengganti turboprop yang biasa dipakai pada penerbangan rute-rute pendek. Danau Maninjau, Danau Singkarak, Bukit Langkisau, Puncak Lawang, dan seribu pantai bisa anda temui di Sumatra Barat. Jika anda penikmat wisata alam, Sumatra Barat punya ribuan tempat tersembunyi yang tidak diduga keberadaannya. Meniru acara-acara wisata kuliner saya juga sedikit mencoba wisata kulinernya. Sumatra Barat…

Tamasya Kuli-Kuli Sinyal Bagian 2 – ”Daripada bengong sambil minum Jus Sawit di Pekanbaru”

    Enam bulan sudah saya tidak menulis. Payah memang 😀 … mungkin kalau mebading punya kantor dan juragan, tentunya saya sudah dipecat 😀 .. sayangnya saya enggan memecat diri sendiri.   Mebading sempat vakum, selain karena tidak sempat menulis, juga disebabkan oleh gangguan teknis. Mau tak mau rumah dipindahkan ke server baru. Tak apalah selama ada Mister Admin yang menolong 😀 Alhasil kini saya bisa menulis kembali…Menulis tentang bagian-bagian Indonesia yang belum sempat saya tulis selama enam bulan terakhir.     Bolak balik Riau – Sumbar menitipkan beberapa cerita…

Hutang Budi Dibawa Mati, Hutang Cuti Dibawa ke Cubadak

    1.5 tahun saya tak melihat Sumatra…Pikiran untuk mengunjungi tempat-tempat terbaiknya tak terbendung…Lima jam perjalanan darat saya tempuh, tanpa istirahat cukup, tanpa mampu berpikir layak …tiba-tiba di hadapan saya ”PUUUFFF!!!” … Demi manual book perangkat Telekomunikasi tercanggih manapun di dunia … muncul daratan yang Indah … Punten, Indonesia..saya numpang HISTERIS!   Cubadak, yang berarti Nangka dalam Bahasa Minang (entah dimana saya baca, pokoknya saya ingatnya begitu)…benar-benar seperti Nangka masak di pohon…hehe perumpamaan saya ngaco! Empat tahun lalu saya gagal mengunjungi tempat ini. Ketika itu, pulau ini masih menjadi private…

Kasembon – BOOM!! BYUUUURRRR!!!

  Ternyata tidak mudah membuat nasi goreng spesial di hotel berbintang. Terbukit tulisan tentang Bromo di bawah sudah selesai, pesanan nasi goreng speSIAL saya belum kunjung datang. Mari kita lanjutkan ke tempat lain yang sempat saya kunjungi beberapa waktu lalu….Kasembon…entah di belahan bukit bagian mana itu 🙂 Wisata rafting di Kasembon biasa-biasa saja..belum ada yang menandingi Pekalen…(halaaah sok kayak ahli rafting aja) :p Sungai irigasi menawarkan riak yang tidak bergitu liar, dan kali musim kering ini air surut..hehe…amaaaan….buat saya manusia yang takut air. ,,hehe Tapi Kasembon menawarkan wisata BOOM! Kita…

Seribu Jam bersama Indonesia – Dedicated for PockCam

    Kalau saya lulus SD setelah mengenyam pendidikan selama enam tahun lamanya..maka selama itu pula Pocket Camera saya ini mendampingi saya … dua kali lebih lama dari seharusnya saya menggunakan sebuah kamera saku 🙂   Hari ini saya nyatakan engkau layak untuk “berisitirahat” Gambar ini adalah gambar-gambar terakhir yang engkau hasilkan, hanya sepersekian puluh ribu dari seluruh gambar yang sudah engkau hasilkan ….   Terimakasih saya untukmu, kawan … engkau menemani sebagian dari 1000 Jam saya bersama Indonesia. …. dan saya akhiri tulisan ini sebelum saya dianggap gila karena…

Shhhh… Nyepi

  Semua hari itu baik…dan saya memilih hari-hari terbaik saya adalah hari-hari saya bebas dari tugas, pekerjaan, dan segala rutinitas pengisi kegilaan masa muda. Hari itulah saya akan keluar dari kehidupan keseharian saya..pergi ke suatu tempat…dan..ke mana kita kali ini??? Saya dengan mudah menghitung mundur..berapa tahun saya sudah merantau….saya mendapatkan angka selusin tahun… Tahun ke-12 saya menghadiahi diri sendiri…pulang ke tanah kelahiran pada hari baik…sangat baik….Mari menenangkan paru-paru, keluar dari polusi Megapolutan…mari Nyepi di Bali 🙂   Mebading adalah kata dari bahasa Bali, yang artinya terbalik…Saya memang lahir dari suku…

Gokil – Magelang – Jogja : Persekutuan Tracker, Diver, dan Mantan Anggota Tim SAR, Hanya Indonesia yang Membuat Saya Begini

  ..Jangan pernah meragukan kemampuan saya mengumpulkan orang-orang gila untuk diajak traveling. Namun…kali ini…orang – orang yang saya kumpulkan bersekutu untuk memaksa saya mengikuti semua kemauan mereka, tanpa terkecuali. Apa yang mereka perbuat terhadap saya?? Mari kita telusuri catatan perjalanan nan panjang ini 😀 Kereta Taksaka malam menjadi kereta rute panjang kedua saya dalam hidup ini. Kami sampai di Stasiun Tugu sekitar jam 5 pagi, terlambat 1 jam, karena memang berangkatnya juga telat, Begitulah.. maskapai penerbangan saja delay, masa kereta ngga boleh telat…harap maklum adanya. Tapi tak mengapalah…saya bersama 3…