Gambar Senja dari Labuan Bajo

Labuan Bajo adalah tempat yang tepat untuk memulai perjalanan 1 minggu mengenal Nusa Tenggara Timur. Penerbangan kali ini memang cukup melelahkan. Pekanbaru – Labuan Bajo berjarak tidak kurang dari 3000 km. Tapi dada tetap bergemuruh, karena sudah dipastikan saya akan sampai di Labuan Bajo sebelum matahari terbenam. Maka leyeh-leyeh di (private) beach nan bersih dan tenang sambil menikmati detik-detik matahari terbenam adalah dambaan setiap insan di muka bumi ini…  😉

DCIM100GOPROGOPR0055.
Senja di Labuan Bajo 1

 

Jauh – jauh dari kehidupan malam ibukota…. bukan di Labuan Bajo tempatnya. Saya menghabiskan setiap senja di Labuan bajo dengan berburu sunset. (Selain karena tidak sanggup bangun pagi untuk berburu sunrise) saya benar-benar menikmati keajaiban alam yang terjadi setiap hari ini. Dari atas bukit, dari pinggir pantai, dari balkon restoran, atau dari atas kapal. Cara matahari terbenam tak pernah sama…

IMG_6234
Senja di Labuan Bajo 2

 

IMG_6550
Senja di Labuan Bajo 3

 

 

Kota Labuan Bajo adalah ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, letaknya di ujung Barat Pulau Flores. Kalau masih lupa dengan pulau Flores segeralah surfing di internet, jangan melewatkan ataupun melupakan salah satu pulau cantik di Nusa Tenggara Timur ini 😀 . Labuan Bajo hanyalah sebuah kota kecil yang berada di atas bukit karang yang terhampar di sepanjang pantai Labuan  Bajo. Namun dari puncak tertinggi daratan inilah manusia diberikan kemudahan untuk menikmati hamparan pulau purba tersebar mengambang di atas laut biru.

 

Bersambung

DCIM100GOPROGOPR0244
from the TOP!

Catatan perjalanan :

Mungkin saya urung menapaki kaki di Nusa Tenggara Timur jika travel agent saya tidak benar-benar mengusahakan tiket yang mepet saya order menjelang long long week end. Hanya 12 jam kemudian saya mendapati tiket kelas bisnis Jkt – Labuan Bajo masuk ke email saya.

Labuan Bajo kini bukan lagi hanya dikunjungi wisatawan asing. Laris manis dikunjungi oleh wisatawan lokal seringkali membuat penerbangan menuju Labuan baju full booked, apalagi menjelang long week end. Kapal-kapal sewaanpun (sangat) ramai berlayar di perairannya.

Saya teringat zaman ibu saya masih aktif di industri telekomunikasi dan ikut membangun infrastruktur di Indonesia bagian kanan. Menempel di benak cerita-cerita beliau (pada zaman itu) sulitnya medan di Timur (padahal Medan memang ada di Sumatra Utara) mengakibatkan banyak lokasi pariwisata di Nusa Tenggara Timur “unreachable”. Sekarang, Flores sudah terkenal seantero Jagad, mendahului popularitas di dalam negeri sendiri. Namun demikian fasilitas publik dan pariwisatanya masih harus terus digosok agar lebih mengkilap.

 

Jangan mau ketinggalan Pariwisata NTT!!

 

 

Leave a Reply