HANGKANG .. bukan HONGKONG

“HANGKANG .. bukan HONGKONG”, kata seorang teman berkebangsaan timur agak jauh, mengkoreksi lafalan ucapan saya yang orang Indonesia asli ini.

Banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket return Jakarta-Hongkong dengan harga murah. Murahnya berapa? Kira-kira setara dengan tiket Jakarta – Denpasar PP. “Kemurahan” ini didukung juga dengan Visa on Arrival yang diberlakukan di Negara yang merupakan Special Administrative Region (SAR) dari Republik Rakyat China. Jadi semakin mudah masuk ke Hongkong bagi kita pemegang paspor hijau.

Teritori Hongkong meliputi daerah kepulauan di Selatan China yaitu Pulau Hongkong, Kowloon Peninsula, Pulau Lantau, dan New Territories yang dihubungkan oleh jembatan – jembatan raksasa dan terowongan bawah laut. Ratusan Pulau kecil lainnya dapat dijangkau dengan Kapal Ferry di pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di sudut-sudut strategis wilayahnya. Dengan menumpang bus, saya beruntung dapat melalui jembatan-jembatan raksasanya dan terowongan bawah lautnya yang ngeri-ngeri sedap masuk ke dalamnya.

hongkong1

Hongkong punya sejarah cukup panjang dan unik. Teritori ini pernah menjadi koloni Inggris sejak tahun 1800an. Kemudian Jepang sempat menduduki Hongkong semasa penyerangan Jepang ke Asia Selatan dan Asia Tenggara semasa perang dunia II. Hongkong tercatat “dikembalikan” kepada RRC oleh Inggris pada tahun 1997 dan kemudian menjadi Special Administrative Region yang memiliki otoritas dan hukum sendiri (kecuali kebijakan luar negeri dan militer).

Banyak peninggalan-peninggalan koloni Inggris yang masih dirawat dan difungsikan dengan baik. Salah satunya adalah The Peak Tram. Peak Tream adalah kereta yang menghubungkan kawasan pusat Hongkong edngan Puncak bukit Victoria. Jalur kereta ini dibangun dan mulai difungsikan pada awal masa koloni, yaitu akhir tahun 1800an. Kereta yang semula berlokomotif uap ini digunakan sebagai alat trasportasi paling modern di zamannya yang digunakan oleh para bangsawan untuk menggantikan moda transportasi tandu dan kereta kuda. Jalur kereta sepanjang kurang lebih 1,5km ini merupakan salah satu jalur kereta tercuram di dunia yaitu mencapai 45 derajat. Baru pada tahun 1900an lokomotif uap diperbarui dengan kereta listrik. Saya mencoba sekali naik kereta ini. Kapasitasnya cukup besar yaiut sekitar 120an penumpang. Kereta bersih dan kereta melaju dengan sangat pelan jika tingkat kecuraman jalur yang dilalui mulai memuncak. Jangan sia-siakan pemandangan cantik dan udara segar hutan yang bisa kita nikmati di sepanjang 20 menit perjalanan.

hongkong2

Mutiara dari Timur

Hongkong jauh lebih cantik di malam hari. Jutaan lampu yang berasal dari pembangkit energy mandirinya berkilauan di malam hari. Pelabuhan-pelabuhan laut yang super sibuk seakan-akan tidak pernah berhenti sekalipun hari sudah gelap. Semakin sibuk, kilau cahaya Hongkonf semakin benderang. Berjalan kaki di pinggir pelabuhan adalah salah satu hal wajib dilakukan. Victoria Harbour adalah Salah satu pelabuhan terbesar di Hongkong. Letaknya yang sangat dekat dengan kota memungkinkan kita untuk mencapainya dengan transportasi umum. Victoria Harbour memberikan pemandangan pelabuhan super sibuk yang dilatarbelakangi gedung-gedung pencakar langit. Tunggu sampai langit gelap, silahkan menikmati pemandangan malamnya yang persis seperti di fim-film produksi Hongkong.

Avenue star, Hollywood walk of fame ala Hongkong juga berada tidak jauh dari Victoria Harbour sight seeing. Patung Bruce Lee juga berdiri di jalur pejalan kaki sepanjang 400 meter ini. Jangan lupa menunggu malam dan menonton pertunjukan laser di tempat ini dengan orang-orang terdekat. Dijamin dapet suasana Mutiara dari Timur.

Hongkong, Surga Belanja (bagi orang Indonesia)

Bagian ini saya sangat setuju berhubung yang saya temui di tempat-tempat belanja adalah orang Indonesia. Saya yang bukan hobby belanja saja menyiapkan dana 1-2juta rupiah untuk beli “sesuatu”..naah bagi yang maniak belanja jangan lupa siapkan kopor kosong dari rumah untuk menampung barang belanjaan anda selama di sana 😉

Ladies Market adalah salah satu pasar malam yang terletak di Mong Kok, Distrik Kowloon. Cocok banget untu para budget traveler yang berkantong cekak seperti saya, atau para traveler yang harus kudu wajib membawa sekopor oleh-oleh titipan keluarga. Kaos dibandrol 100rb – 150rb per 10pcs. Bagi yang doyan nawar sampe jelek tempat ini adalah tempat yang tepat untuk mempraktekkan kepiawaian menawar. Penjual tidak akan merasa tersinggung barangnya ditawar habis-habisan. Selain itu kebanyakan penjualnya bisa berbahasa Indonesia (nah lo). Sediakan waktu yang agak panjang supaya anda puas berbelanja. Jangan berbelanja di dekat pintu masuk, semakin ke belakang harga barang yang ditawarkan semakin murah. Misalkan di kios dekat pintu masuk pernak pernik hiasan meja dibandrol 300rb/15pcs, di ujung belakang pasar bisa ditawarkan sampai setengah harga. Pasar buka dari jam 6sore sampai jam 12 malam. Semakin malam harga barang yang dijual akan semakin murah. pasar yang digelar di tengah jalan ini memang ngga ada matinya di kalangan wisatawan asing (khususnya wisatawan dari Indonesia).

Jika ke Hongkong jangan lupa membeli berlian atau sekadar giok. Berlian dari Kalimantan di Hongkong dijual berlipat-lipat harganya, tentu saja setelah dicutting dengan teknologi cutting berlian tercanggih. Saya tidak sengaja singgah di salah satu toko berlian yang masuk menjadi group perusahaan milik keluarga bintang Film Hongkong yang sangat terkenal, Jacky Chan. Biasalah kalau ikut tour travel agent…hahaha…..kalau ngga “diajak” ke toko perhiasan ya kita pasti “diajak” ke toko obat awet muda. Beda dengan toko berlian yang penjualnya enci-enci muda nan cantik pandai berbahasa Indonesia. Di toko obat yang jualan adalah nenek-nenek dan kakek-kakek tua renta yang katanya sudah berumur 80 tahun ke atas (atau dilebih-lebihkan). Para penjual tua ini nampak sehat dan kuat katanya karena ramuan-ramuan ginseng china yang sangat mujarab. Semakin tua penjualnya semakin banyak laku obatnya dan mereka juga fasih berbahasa INDONESIA!!!

Rak-rak yang berisi umbi-umbian kering berjajar di ruangan sempit di dalam sebuah ruko kumal. Harga umbi-umbian yang nampak seperti jahe, kunyit, dan kawan-kawannya itu sangat bervariasi. Yang mirip jahe paling-paling Cuma pulhan ribu. Yang mirip kunyit putih harga bisa ratusan ribu rupiah. yang mirip ginseng sampai ratusan juta rupiah. entah ginseng atau ginseng betulan. Karena yang saya lihat, yang dibungkus, dibeli, dan dibawa pulang para pengunjung adalah ramuan yang sudah berbentuk bubuk, dibungkus kecil-kecil. Semakin tua penjualnya semakin besar omsetnya. Kurang tertarik dengan tukang obat, saya memilih berfoto di luar ruko. Lumayanlah mengobati misi city tour yang gagal karena ternyata “diajak” mengunjungi penjual obat. sayang pengunjung tidak diizinkan untuk mengambil foto di dalam ruangan pameran.

Belanja di bandara adalah salah satu alternatif  tepat jika waktu perjalanan singkat. Hongkong International Airport selain tergolong salah satu bandara tersibuk di dunia juga merupakan bandara terbaik dunia. Fasilitas tempat makan, beristirahat, dan belanja sudah sangat nyaman. Stan merk-merk ternama dunia berderet di sini. Anda tidak usah susah-susah berburu di pusat kota, cukup menyediakan 2-3 jam berkeliling di bandara sebelum terbang. Saya tidak perlu ke Disneyland untuk membeli kaos dan merchandise disneyland. Parfume, kosmetik, atau sekadar coklat dapat dibeli di duty free area. Tapi kembali lagi ke pilihan masing-masing. Buat saya merchandise masih bisa di beli di manapun. Yang tidak bisa dibeli adalah moment dan suasana khas setempat yang kita buru sampai rela terbang ribuan mil.

bersambung

hongkong3

hongkong4

Leave a Reply