Tamasya Kuli-Kuli Sinyal Bagian 2 – ”Daripada bengong sambil minum Jus Sawit di Pekanbaru”

 

 

Enam bulan sudah saya tidak menulis. Payah memang 😀 … mungkin kalau mebading punya kantor dan juragan, tentunya saya sudah dipecat 😀 .. sayangnya saya enggan memecat diri sendiri.

 

Mebading sempat vakum, selain karena tidak sempat menulis, juga disebabkan oleh gangguan teknis. Mau tak mau rumah dipindahkan ke server baru. Tak apalah selama ada Mister Admin yang menolong 😀 Alhasil kini saya bisa menulis kembali…Menulis tentang bagian-bagian Indonesia yang belum sempat saya tulis selama enam bulan terakhir.

 

 

Bolak balik Riau – Sumbar menitipkan beberapa cerita tentang tempat – tempat indah.  Titik Start dari kota Pekanbaru, Sumbar dapat dicapai lebih kurang 4 jam perjalanan darat. Jauh memang… Riau – Sumbar dipisahkan oleh Bukit Barisan. Keadaan alamnya sangat berbeda, walaupun sama – sama panas … kulit saya menghitam oleh matahari kedua daerah ini 😀

 

 

Payakumbuh

Tempat ini menyisakan kenangan semalam menjadi manusia lembah. Lembah harau yang terkenal itu letaknya tidak jauh dari kota Payakumbuh. Anda bisa menginap di salah satu kompleks Villa sederhana yang tidak begitu banyak jumlahnya. Saya sudah mencobanya, lain kali saya ingin menginap di salah satu rumah penduduk saja. Sudah ada tawaran dan itu jauh lebih berkesan 😉

 

Payakumbuh sempat dielu-elukan sebagai kota yang berpotensi besar menjadi calon ibu kota yang baru untuk Sumatra Barat. Bahkan dunia pergosipan wisata sempat mengangkat Payakumbuh sebagai salah satu calon kuat pusat wisata berskala internasional di Sumatra Barat, mengalahkan pendahulunya yaitu Kota Bukittinggi. Namanya juga gosip, apa saja digosok makin sip….nyatanya kereta gantung yang digosipkan tengah dalam proses akuisisi juga tak kunjung terealisasi. Mari hentikan menulis gosip …atau kolom ini dialihfungsikan menjadi kolom gosip…hehehehe

 

Apa yang unik di kota Payakumbuh?? Tidak ada….hehehe… saya sudah melihat tempat-tempat yang jauh lebih indah dan lebih unik daripada sekedar lembah alami yang tidak dikelola dengan baik. Namun tempat ini adalah tempat wisata terdekat dari kota Pekanbaru. Masyarakat Riau yang enggan bepergian dengan pesawat menjadikan Payakumbuh sebagai tempat wisata alternatif.

 

”Daripada bengong sambil minum Jus Sawit di Pekanbaru”

 

Fasilitas wisata yang wah memang tidak ada….entah karena tidak dikelola atau tidak diizinkan untuk membangun fasilitas yang membutuhkan investasi besar yang biasanya memang dari luar daerah. Namun apresiasi tinggi untuk penduduk setempat yang telah mempertahankan eksistensi alam kampung halamannya.

Tamasya23

 

Alam Sumatra Barat memang jauh berbeda dengan Riau Daratan, Daratan panas yang berada di sebelah Timurnya. Ridar yang lahannya sebagian besar habis untuk ladang minyak dan kebun sawit itu menerima pasokan kebutuhan pangannya dari Sumatra Barat. Ga mungkinlah penduduknya dikasi Jus Sawit 😉

Memasuki daerah Sumbar, pemandangan bak disulap. Yang tadinya kita hanya melihat pucuk-pucuk sawit di lahan tandus diganti dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Takjub dengan kondisi tanah, air, dan udaranya…anda tidak akan puas mengunjunginya sekali dua kali. Sumatra Barat adalah lambang kesuburan di Balik Bukit Barisan.

 

Jangan lupa mengunjungi Ngalau Indah, obyek wisata gua. Namun jangan berpikir bisa caving di gua ini. Sudah dibuatkan jalan setapak beton dimana pengunjung bisa susur manja di dalam gua. Hanya dinding-dindingnya yang mungkin masih asli. Batu-batu berusia tua masih dapat ditemui disana. Gua pendek ini bisa disusuri 15 menit – 30 menit. Tidak usah menyewa pemandu karena anda tidak akan pernah hilang di gua super pendek ini 😀

 

Tamasya22

 

 

Kota Bukittinggi

Mendung, terik, berawan, galau, senang, susah…. Bertahun-tahun lamanya saya tetap mengunjungi Jam Gadang di tempat yang sama. Dari berfoto serius sampai hanya sekedar lewat. Jam Gadang sudah bertahun-tahun menjadi icon Kota Wisata Bukittinggi. Panorama, Goa Jepang, The Hill, Pasar Atas adalah sederet lokasi-lokasi biasa yang sering-sering disebut di buku atau majalah wisata. Museum Bung Hatta yang tidak pernah dibuka untuk umum, Fort The Kock yang dipadukan dengan kebun binatang adalah tujuan wisata yang tidak saya rekomendasikan. Kamera saya urung keluar dari tas ransel. Kota Bukittinggi sudah terlalu padat, dipenuhi mobil-mobil berplat BM, delman-delman hilir mudik di jalan-jalan kecil kota, ruko-rukopun disulap menjadi hotel.

 

Mari sedikit keluar dari kota. Duduk di hamparan sengkedan persawahan adalah hal yang sudah jarang dilakukan… hati – hati banyak anjing pemburu hama 😀

 

”Koto’s Gadang Great Wall”. Letaknya tepat di belakang obyek wisata Lobang Jepang. Walaupun tidak se ”great” tembok china dan tidak ada nilai sejarahnya, tempat ini mampu menyedot perhatian wisatawan. Tembok mini yang berfungsi sebagai jalan setapak ini memungkinkan pengunjung untuk turun ke dasar Ngarai Sihanok. Tidak ada salahnya mencoba menyusuri jalan ini…itung-itung ngetes asam urat … 😀

 

Jangan lupa makan Itiak Lado Mudo disekitaran Jam Gadang … sepuluh orang hanya setengah juta rupiah….  😉

 

 

Ini baru sedikit cerita pembuka saya tentang lambang kesuburan di balik Bukit Barisan.

Bersambung

 

Salam mebading

Tamasya24

 

 

Catatan Perjalanan:
Butuh 5 jam untuk mencapai Bukittinggi dari Kota Pekanbaru. Itupun kendaraan roda empat yang dikemudikan pembalap-pembalap trans Sumatra.

 

Hotel-hotel di Bukittinggi jauh lebih mapan daripada Payakumbuh. Sempatkanlah menginap di salah satu hotelnya. Tidak seperti di Padang yang tingkat kekhawatiran membangun infrastrukturnya masih tinggi karena ancaman gempa, infrastruktur di Bukittinggi sudah mulai ditingkatkan. Meskipun saya agak ”anti hotel berbintang” tapi tidak ada salahnya mencoba salah satu hotel berbintang bagus di bukittinggi. Toh fasilitas itu memang dibuat untuk memanjakan wisatawan 😉

 

Semoga keinginan saya untuk tinggal selama seminggu di sebuah rumah penduduk di pinggiran Bukittinggi tercapai…. istilah yang melekat ”kapan lagi – sebelum hengkang”

Tamasya21

5 Thoughts to “Tamasya Kuli-Kuli Sinyal Bagian 2 – ”Daripada bengong sambil minum Jus Sawit di Pekanbaru””

  1. Kuli sejahtera kuli bahagia 😉

  2. sy martin

    Protes…. foto sy ga ad.. hihihihihi…

    1. tunggu di kisah selanjutnya 😉

  3. tio

    keren banget ………………………

  4. tio

    Keren banget,……………………… jadi enget adik ku di pekan baru.

Leave a Reply