Hutang Budi Dibawa Mati, Hutang Cuti Dibawa ke Cubadak

 

 

1.5 tahun saya tak melihat Sumatra…Pikiran untuk mengunjungi tempat-tempat terbaiknya tak terbendung…Lima jam perjalanan darat saya tempuh, tanpa istirahat cukup, tanpa mampu berpikir layak …tiba-tiba di hadapan saya ”PUUUFFF!!!” … Demi manual book perangkat Telekomunikasi tercanggih manapun di dunia … muncul daratan yang Indah … Punten, Indonesia..saya numpang HISTERIS!

 

Cubadak, yang berarti Nangka dalam Bahasa Minang (entah dimana saya baca, pokoknya saya ingatnya begitu)…benar-benar seperti Nangka masak di pohon…hehe perumpamaan saya ngaco! Empat tahun lalu saya gagal mengunjungi tempat ini. Ketika itu, pulau ini masih menjadi private island, UHUK! Yang ”dihuni” orang asing, UHUK! Yang ngga sembarang orang bisa masuk, UHUK! Tapi saya bukan orang sembarangan…saya rasa…hanya masalah waktu…ketika itu informasi wisata tidak segencar sekarang. Alhasil, empat tahun lalu saya tak mampu menemukan akses ke Pulau ini. Tapi sekarang hutang sudah lunas! Berikut bunga-bunganya … Cubadak, meski dalam naungan cottage dan geladak kapal cap orang asing, tapi saya menemukan kasih dan keindahan Indonesia di sana …

 

I’m blessed to be there …Padang dalam keadaan Siaga Satu Bencanan Alam Gempa dan Tsunami tak mengurungkan niat saya untuk memenuhi janji. Jangan ditiru jangan diganggu, dan tak akan saya ulangi …mudah-mudahan Ibu saya tidak membaca tulisan saya ini 😀

Semoga tidak ada bencana yang dapat menghilangkan kilauMu, Sumatra Barat ….

 

 

Tidak banyak foto-foto yang saya ambil…You knowlah…. menikmati pemandangan selalu membuat saya lupa berfoto-foto. Beberapa foto ini saya ambil dengan menggunakan kamera bagus cap teman…

 

Kalau tidak suka tidur siang, silahkan diving ke spot-spot indahnya. Meskipun tidak seheboh taman laut di pelupuk timur sana, tapi pastikan anda melakukan reservasi beberapa hari sebelumnya ke pihak pengelola. Maklum pulau kecil, kalau tidak ada order, instrukturnya lebih milih pulang ke kampungnya yang berada di seberang Pulau.

Dunia bawah air di Cubadak lebih berwarna daripada di Sikuai…tentunya itu yang saya lihat dari permukaan. Saya sudah lihat (dan kelelep) di Sikuai. Bawah airnya keruh dan jarang ada ikan. Di Cubadak anda bisa menikmati beningnya air laut, dan ikan kecil2 kadangkala beterbangan ke permukaan. Kalau saya tidak salah lihat…itu memang ikan…kalau bukan berarti saya sedang jatuh cinta berat pada Indonesia yang mengakibatkan halusinasi.

 

 

Satu hal yang tidak bisa saya lupa adalah Sunsetnya. Kami sempat menyewa speed boat untuk berkeliling, dan tahukah anda apa yang saya temukan?? Pemandangan yang mirip Island Hopping di Phuket…Saya tidak akan kembali ke Phuket…tapi saya akan kembali ke Kepulauan Pantai Barat Sumatra 😉

 

Catatan Perjalanan :

Biaya datang dan pergi ke Pulau Cubadak sekitar 250rb per orang, sudah termasuk free sailing, snorkling, rumah peristirahatan (tanpa menginap), dan makan siang. Pengunjung akan dijemput oleh Speed Boat khusus di Pelabuhan Carocok Tarusan, dari arah Teluk Bayur berada sebelum Pantai Carocok Painan…

 

Kalau anda memilih untuk menginap, biaya yang dikenakan per kepala sekitar IDR 1juta..kapan-kapan saya ingin mencobanya…nyari 3 atau 4 orang kawan atau sendiri saja tak mengapa… orang kota yang bengong di pantai terpencil sendirian tidak bisa dikategorikan orang kurang waras 😉

 

Pantai Carocok Tarusan berjarak 2 jam dari kota Padang…itu kalau kita berangkat dari Padang. Kali ini saya berangkat dari Pasaman Barat..entah di mana letaknya, saya tak mau tahu. Yang jelas hari menjelang fajar, bapak driver jagoan memberangkatkan mobil kami Pukul 3.40 WIB. Mata kami sudah tak dapat terbuka, kepala kami penuh dengan hutang-hutang tugas yang tak kunjung selesai, badan kami…tak usahlah kami ungkapkan dengan kata lainnnya….sakit semua!

 

Ketika itu, malam itu, begitu banyak hal kecil yang harus diselesaikan. Usai menunaikan tugas, mobil kami meluncur menembus hutan sawit, kota-kota kecil, Kinali, Sungai Limau, Pariaman, terus saja menuju Kota Padang. Setelah Padang? Lanjut, boy! 2 jam ke arah Teluk Bayur, nyasar ke Painan, berbalik arah ke Tarusan….kami terlambat 3 jam dari waktu yang saya janjikan untuk bertemu 2 orang sahabat lainnya. Disana mereka menunggu, dengan kekesalan yang meluap huahahahaha….tak habis kekisruhan yang kami buat, kuli-kuli sinyal yang masih saja ngotot memperjuangkan seteguk air, memburu keindahan Indonesia, walau hanya sekejap mata.

 

Beberapa hal membuat perjalanan ini tidak sempurna. Tidak sempurna bukan berarti cacat, tidak sempurna adalah pendewasaan dan proses pematangan..halah… :p Terimakasih saya untuk ”Travel Agent” yang mengatur semua perjalanan saya selama tinggal di Sumatra Barat …. Ini hanya sepenggal perjalanan di Sumbar yang beliau kacaukan … hahahaha… Tapi sungguh tak mengapa. Toh saya jadi bisa berkumpul dengan satu, dua, bahkan empat traveler lainnya. Ada yang lebih baik dari melihat senyum bahagia para traveler ??? Traveler yang menemani penggalan-penggalan perjalanan saya.. yang akan terus saya lanjutkan ke belahan Indonesia bagian lainnya..

 

Bersambung

 

salam mebading

 

2 Thoughts to “Hutang Budi Dibawa Mati, Hutang Cuti Dibawa ke Cubadak”

  1. Dan you get the moment to write down when you are at pekanbaru yang notabene masih ada bau-bau sumatra…

    akhirnya ada yang akan memaksa saya menemani jalan-jalan di weekend panjang di pekanbaru.

  2. writemebading

    SUMATRA!! 🙂

Leave a Reply